Melike Pala
27 Juli 2026•Update: 27 Juli 2026
Uni Eropa mengerahkan pesawat pemadam kebakaran, helikopter, dan personel ke Prancis dan Spanyol seiring meluasnya kebakaran hutan di kedua negara yang memaksa lebih dari 300.000 orang mengungsi atau berlindung di tempat, Senin (27/7).
Komisi Eropa dalam keterangannya menyebut bantuan tersebut dimobilisasi melalui Mekanisme Perlindungan Sipil Uni Eropa (EU Civil Protection Mechanism).
Untuk membantu Prancis, Uni Eropa mengerahkan tujuh pesawat pemadam dan empat helikopter yang disediakan oleh Republik Ceko, Kroasia, Jerman, Portugal, Slovakia, Swedia, dan Turki.
Sementara itu, untuk Spanyol, Uni Eropa mengirim enam pesawat pemadam kebakaran dari Yunani, Italia, dan Turki. Portugal juga mengerahkan 134 personel serta 41 kendaraan guna mendukung upaya pemadaman.
Komisi Eropa juga menempatkan seorang petugas penghubung di Bordeaux untuk membantu mengoordinasikan bantuan Uni Eropa dengan otoritas Prancis.
Menurut Komisi Eropa, tim pemadam dari sejumlah negara Eropa telah ditempatkan lebih awal di Prancis dan Spanyol sebelum musim kebakaran dimulai sebagai bagian dari langkah kesiapsiagaan. Dengan demikian, mereka dapat segera diterjunkan setelah kebakaran terjadi.
Gelombang kebakaran hutan besar saat ini melanda sejumlah negara Eropa, terutama Prancis, Spanyol, dan Yunani, dipicu oleh suhu udara yang sangat tinggi sehingga memicu munculnya banyak titik api.
Di Spanyol, kebakaran masih berlangsung hingga Minggu malam di wilayah Avila dan Madrid. Api telah menghanguskan hampir 45.000 hektare lahan dan memaksa sekitar 100.000 orang mengungsi atau berlindung di tempat.
Sementara di Prancis, kebakaran hutan yang mulai terjadi pada Rabu lalu di Saumos, wilayah Gironde, telah melalap sekitar 42.000 hektare lahan dan menyebabkan sekitar 220.000 warga dievakuasi.
Otoritas di kedua negara masih terus berupaya mengendalikan kebakaran dan mencegah meluasnya kobaran api.