Mucahithan Avcioglu
09 Oktober 2026•Update: 09 Oktober 2026
Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) pada Kamis (8/10) menjatuhkan sanksi terhadap 17 kapal yang terkait dengan "armada bayangan" Iran sebagai bagian dari upaya meningkatkan tekanan terhadap ekspor minyak Teheran.
Departemen tersebut menyatakan kapal-kapal itu telah mengangkut jutaan barel minyak mentah, produk minyak bumi, dan petrokimia Iran ke pasar Asia Selatan dan Asia Timur.
Sanksi tersebut juga menyasar sejumlah perusahaan yang terlibat dalam jaringan pengangkutan minyak tersebut.
"Tidak ada pihak yang membantu Iran menghindari sanksi yang dapat lolos dari penerapan penuh kewenangan Departemen Keuangan AS," kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent.
Salah satu kapal yang menjadi sasaran sanksi adalah Tina 5, yang berbendera Vanuatu. Menurut Departemen Keuangan AS, kapal tersebut mengangkut lebih dari 1,5 juta barel minyak mentah Iran pada Agustus.
Kapal Sogl yang berbendera Komoro juga masuk dalam daftar sanksi setelah mengangkut lebih dari 2 juta barel propana dan butana Iran sejak September 2025.
Sementara itu, kapal Shenzen yang berbendera Kamerun tercatat mengangkut lebih dari 3,5 juta barel minyak mentah Iran sejak November 2025, menurut departemen tersebut.
Langkah itu merupakan bagian dari Operasi Economic Outcast, yang diluncurkan pada 24 Agustus untuk membatasi akses Iran terhadap jaringan keuangan dan perdagangan internasional.
Melalui operasi tersebut, AS memperluas cakupan penerapan sanksi ke berbagai sektor, termasuk pelayaran, penerbangan, teknologi, emas, dan aset digital.
Departemen Keuangan AS memperingatkan bahwa perusahaan maupun entitas yang membantu Iran menghindari sanksi berisiko kehilangan akses ke sistem keuangan AS.
Secara terpisah, departemen tersebut menghapus kapal Hakuna Matata dan Pinochio dari daftar sanksi setelah keduanya tidak lagi menjadi bagian dari armada bayangan Iran dan dijual kepada operator yang tidak dikenai sanksi.