Rhany Chairunissa Rufinaldo
19 Oktober 2018•Update: 21 Oktober 2018
Kasim Ileri
WASHINGTON
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo telah mendengarkan rekaman audio pembunuhan jurnalis Saudi yang hilang, Jamal Khashoggi, ABC News melaporkan mengutip seorang pejabat senior Turki.
Khashoggi, kolumnis koran Washington Post, telah lama dikhawatirkan dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul setelah dia masuk pada 2 Oktober dan tidak pernah terlihat keluar.
Menurut ABC News, pejabat Turki mengatakan Pompeo mendengarkan rekaman itu pada Rabu selama pertemuan di Ankara, menambahkan bahwa dia juga diberi transkrip rekaman.
ABC News juga melaporkan "pejabat Turki percaya bahwa Khashoggi terbunuh di dalam konsulat Saudi setelah melakukan perlawanan selama delapan menit dan mereka percaya bahwa dia meninggal karena tercekik."
Departemen Luar Negeri membantah laporan itu.
"Menteri Pompeo belum pernah mendengar rekaman dan dia tidak melihat transkrip terkait hilangnya Jamal Khashoggi," kata juru bicara Heather Nauert dalam sebuah pernyataan.
Sebelum kunjungannya ke Ankara, Pompeo pergi ke Arab Saudi, di mana dia berbicara dengan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman tentang hilangnya Khashoggi.
Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih setelah dia kembali ke AS, Pompeo mengatakan bahwa dia menyarankan Presiden Donald Trump untuk memberi Arab Saudi beberapa hari lagi untuk menyelesaikan penyelidikan mereka atas masalah ini.
Pada hari yang sama dengan hilangnya Khashoggi, 15 warga Saudi lainnya, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi konsulat saat Khashoggi masih berada di dalam, menurut sumber-sumber kepolisian Turki.
Semua individu yang diidentifikasi telah meninggalkan Turki.
Pada Rabu, unit investigasi TKP tiba di kediaman resmi Konsul Jenderal Saudi Mohammad al-Otaibi sekitar jam 16.40 waktu setempat.
Sementara Al-Otaibi telah meninggalkan Turki menuju Riyadh pada Selasa.
Para petugas dari tim gabungan Turki-Saudi menyelesaikan penyelidikan atas kasus ini pada Kamis pagi, setelah menggeledah kediaman serta konsulat Saudi di Istanbul.