Muhammad Abdullah Azzam
25 Juni 2020•Update: 25 Juni 2020
Ergun Haktaniyan
ANKARA
Wakil presiden Turki pada Rabu menggarisbawahi bahwa hukum internasional akan menentukan masa depan Libya.
"Jenderal pemberontak harus tahu bahwa dasar hukum internasional yang sah akan menentukan masa depan perdamaian di Libya," kata Fuat Oktay menambahkan berkat "sikap tegas" Tripoli dan dukungan Turki semua permainan dan perangkap telah digagalkan.
Oktay mengatakan Turki akan mendukung "saudara-saudaranya di Libya sampai perdamaian, ketenangan dan keadilan ditegakkan di negara itu."
Dia menekankan bahwa mereka yang sampai sekarang "tidak dapat mengusulkan pendekatan apapun terhadap solusi" untuk konflik antara dua pihak yang berperang kini "mulai terdengar suaranya" ketika Haftar mulai kehilangan wilayah kekuasaan.
Libya dihancurkan oleh perang saudara sejak penggulingan mendiang Muammar Gaddafi pada 2011.
Pemerintah baru negara itu didirikan pada 2015 di bawah perjanjian yang dipimpin PBB, tetapi upaya penyelesaian politik jangka panjang gagal karena serangan militer oleh pasukan Haftar.
PBB mengakui pemerintah Libya yang dipimpin oleh Fayez al-Sarraj sebagai otoritas sah negara itu ketika Tripoli memerangi milisi Haftar.
Pemerintah telah meluncurkan Operasi Badai Perdamaian pada Maret lalu untuk melawan serangan Haftar di Tripoli dan baru-baru ini membebaskan lokasi-lokasi strategis termasuk Tarhuna, benteng terakhirnya di Libya barat.