Michael Hernandez
WASHINGTON
Gedung Putih pada Senin menyatakan pembelaan atas retorika Presiden AS Donald Trump setelah dia terus menyebut media sebagai musuh rakyat, menyusul serangkaian serangan domestik.
"Hal pertama yang dilakukan media adalah menyalahkan presiden dan membuatnya bertanggung jawab atas tindakan konyol ini," kata juru bicara Sarah Sanders kepada wartawan.
Pernyataan ini disampaikan untuk menanggapi kritik yang menuduh Trump memotivasi serangan terhadap sinagog yang menewaskan 11 orang pada Sabtu lalu dan serangkaian bom yang dikirim kepada para kritikus presiden dan CNN.
"Ini keterlaluan," kata Sanders.
Serangan-serangan itu tidak terkait, tetapi dalam kedua kasus, para tersangka tampaknya sama-sama didorong oleh beberapa retorika Trump.
Trump terus menerima serangan di media sosial menjelang pemilihan paruh waktu pada 6 November mendatang, dia berbicara dengan nada yang agak lebih damai saat kampanye politik.
Sebelum konferensi pers pada Senin, Trump menyalahkan media berita palsu yang menyebabkan tegangnya iklim politik AS.
Dia terus menyebut media sebagai musuh sejati rakyat.
Dia mengatakan bahwa media harus menghentikan permusuhan yang jelas dan terbuka serta harus melaporkan berita secara akurat dan adil.
"Hal itu akan sangat berguna untuk memadamkan api Kemarahan dan kita akan dapat membawa semua pihak bersama-sama dalam kedamaian dan harmoni," Trump tweeted.
Menanggapi kritik bahwa Trump memicu iklim negatif dengan membuat komentar seperti itu, Sanders mengatakan dia akan terus melawan kritik yang dilayangkan kepadanya.
Trump akan melakukan perjalanan ke Pittsburgh, Pennsylvania, pada Selasa untuk menghormati 11 orang yang tewas akibat serangan anti-Semit di sebuah sinagog pada Sabtu.
Tersangka dalam kasus ini, Robert Bowers (46) menyuarakan tidak hanya kata-kata anti-Semit di media sosial, tetapi juga membuat komentar anti-imigran.
Di situs Gab.com, yang populer di kalangan sayap kanan, Bowers mengatakan bahwa Yahudi adalah anak-anak setan.
Dia juga dan memiliki kekhawatiran khusus terhadap Hebrew Immigrant Aid Society (HIAS), sebuah kelompok pro-pengungsi Yahudi.
"HIAS suka membawa para penjajah yang membunuh warga kita. Aku tidak bisa duduk diam dan menonton teman-temanku dibantai. Masa bodoh, aku akan masuk," tulisnya di Gab.com sesaat sebelum dia memasuki sinagog.
Situs web tersebut tidak bisa diakses setelah tragedi itu.
Trump telah mengambil tindakan keras soal imigrasi, baru-baru ini dia menanggapi ribuan migran yang berjalan melintasi Amerika Tengah dan Meksiko untuk masuk ke wilayah AS, mengatakan bahwa rombongan mereka dipenuhi dengan para penjahat dan teroris.
Beberapa di antara kelompok tersebut berencana untuk menyeberangi perbatasan AS secara ilegal, sementara yang lain berharap untuk mengajukan suaka di tengah kondisi ekonomi yang menyedihkan dan kekerasan di wilayah tersebut.
news_share_descriptionsubscription_contact


