Aamir Latif
05 Agustus 2026•Update: 05 Agustus 2026
Amerika Serikat dan Pakistan kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama dalam pemberantasan terorisme sebagai bagian dari visi jangka panjang guna mewujudkan perdamaian, kemakmuran, dan stabilitas kawasan.
Kedua negara juga menegaskan tekad bersama untuk menghadapi kelompok-kelompok yang mereka sebut sebagai organisasi teroris yang mengancam keamanan warga dan stabilitas regional.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Dialog Kontraterorisme AS-Pakistan ke-4 yang digelar di Washington pada Selasa, demikian menurut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Pakistan yang dirilis pada Rabu.
Kedua pihak juga menegaskan tekad bersama untuk menghadapi organisasi-organisasi yang mereka sebut sebagai kelompok teroris yang membahayakan keselamatan warga serta stabilitas kawasan, termasuk ISIS-Khorasan, Al-Qaeda, Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), serta Balochistan Liberation Army (BLA) beserta afiliasinya.
Delegasi dipimpin pejabat tinggi kedua negara
Delegasi Amerika Serikat dipimpin Koordinator Kontraterorisme Gregory LoGerfo, sementara delegasi Pakistan dipimpin Sekretaris Khusus Kementerian Luar Negeri Nabeel Munir.
Dialog tersebut menegaskan kepentingan bersama dalam kemitraan kontraterorisme antara Amerika Serikat dan Pakistan serta tekad kedua negara untuk menghadapi ancaman terorisme.
Dalam pertemuan tersebut, kedua delegasi bertukar pandangan mengenai kondisi ancaman keamanan terkini, menjajaki berbagai peluang untuk meningkatkan kerja sama, serta membahas langkah-langkah memperkuat keamanan perbatasan dan memutus jaringan yang memfasilitasi aktivitas kelompok teroris.
TTP dan BLA masih jadi ancaman keamanan Pakistan
Kelompok TTP dan BLA yang telah dinyatakan terlarang selama bertahun-tahun menjadi pelaku serangan terhadap pasukan keamanan Pakistan, terutama di wilayah barat daya dan barat laut negara tersebut.